Demokrasi Bising Dan Memekakkan Telinga

16 Mar 2014

Partai Peserta Pemilu 2014

Partai Peserta Pemilu 2014

Hari kemarin, saya melihat tiga atau empat kendaraan yang suaranya memekakkan telinga dikendarai oleh anak-anak, sepertinya masih SMP kalau melihat pakaiannya. Padahal kemarin belum masuk jadwal kampanye.

Hari ini adalah hari pertama dimulainya masa kampanye, kalau tidak salah. Hingar bingar pun terlihat di jalan raya, bahkan sampai jalan di perkampungan pun “penuh” dengan kebisingan. Ya, sudah menjadi tradisi sepertinya, ketika kampanye harus diisi dengan suara-suara bising yang memekakkan telinga. Saya sama sekali tidak simpatik dengan model kampanye yang seperti ini.

Tadi siang sampai sore saya menjumpai beberapa kali rombongan yang menggeber motor seolah sedang hilang kontrol, tak banyak, hanya segilintir anak remaja dan anak muda yang merasa berpesta dengan suara keras dari knalpot motor mereka. Tak tahu jadwal kampanye partai apa hari ini, tak satupun saya lihat mereka beratribut partai tertentu.

Ini baru awal, hari ini baru hari pertama jadwal kampanye, tapi rasa-rasanya sudah tidak ingin melihat kampanye model jalanan. Saya ingat kata teman saya, betapa terganggunya pengguna jalan, bayi yang masih kecil, dan orang-orang yang ingin mendapatkan ketenangan. Kalau tiap hari selama kampanye selalu diisi dengan demo knalpot bising dan memekakkan telinga. tak perlu heran ketika nanti banyak orang yang memilih golput atau tak simpatik pada partai yang membiarkan model “kampanye jalanan”.

Oh iya. Barangkali kegaduhan, kebisingan yang terjadi akibat kampanye model konvoi merupakan gambaran dari politik juga ya?. Bukankah banyak yang suka gaduh dalam politik?, banyak yang kebanyakan omong juga?, banyak yang bersuka cita ramai-ramai walaupun sebenarnya mengganggu? Hmmm…tapi, mohon maaf, saya merasa terganggu dengan model demokrasi bising dan memekakkan telinga, saya tidak suka.


TAGS kampanye pemilu 2014 demokrasi bising demokrasi jalanan kampanye jalanan


-

Author

Follow Me